Sabtu, 16 November 2013

Untaian kata putra nakalmu
Bapak
Maaf jika selama ini putramu terlampau kurang ajar terhadapmu
Maaf jika selama ini putramu hanya menjadi tambahan beban bagimu
Maaf jika sampai saat ini putramu tak dapat membuatmu (sekedar) tersenyum bangga
Kini dalam setiap sujud-sujud malamku
Terbayang jelas raut damaimu di anganku
Entah betapa murkanya Allah ketika
Ternyata engkaulah yang menjadi alasan dalam setiap langkahku
Ternyata kebahagiaanku aku gantungkan atas persetujuanmu
Dan ternyata titahmu seolah aku sekutukan dengan firman-Nya
Betapa tidak demikian
Syahdu tuturmu terasa begitu menenangkan setiap gelisahku
Menyelimutiku di setiap terpaan dingin persoalan yang menjajahku
Menjadi payung dari badai permasalahan yang menghujaniku
Meski mungkin sebenarnya engkau telah letih dengan kesusahan yang menggunung
Namun tetap saja kedamaian yang engkau sajikan
Seolah tek sebiji pasirpun beban yang engkau pikulnya
Bagaimanakah engkau bisa seperti itu?
Bagaimanakah engkau melewati jalan terjal yang melebihi apapun hingga tak mampu aku bayangkan
Ajarkanlah kepadaku ilmu tentang itu, Bapak
Tentang kesabaran yang tiada batas
Tentang keikhlasan
Tentang makna kehidupan
Dan tentang apapun itu
Sekali lagi maafkanlah putramu ini
Jika ternyata hanya bisa berkeluh kesah dihadapmu


Yogyakarta, 16 November 2013




# jika ada benarnya, maka itu hanya dari Allah. dan jika salah, maka itu murni kesalahan saya sebagai seorang hamba kecil Tuhan YME.