Untaian kata putra nakalmu
Bapak
Maaf jika selama ini
putramu terlampau kurang ajar terhadapmu
Maaf jika selama ini
putramu hanya menjadi tambahan beban bagimu
Maaf jika sampai saat ini
putramu tak dapat membuatmu (sekedar) tersenyum bangga
Kini dalam setiap
sujud-sujud malamku
Terbayang jelas raut
damaimu di anganku
Entah betapa murkanya Allah
ketika
Ternyata engkaulah yang
menjadi alasan dalam setiap langkahku
Ternyata kebahagiaanku
aku gantungkan atas persetujuanmu
Dan ternyata titahmu
seolah aku sekutukan dengan firman-Nya
Betapa tidak demikian
Syahdu tuturmu terasa begitu
menenangkan setiap gelisahku
Menyelimutiku di setiap
terpaan dingin persoalan yang menjajahku
Menjadi payung dari badai
permasalahan yang menghujaniku
Meski mungkin sebenarnya
engkau telah letih dengan kesusahan yang menggunung
Namun tetap saja
kedamaian yang engkau sajikan
Seolah tek sebiji
pasirpun beban yang engkau pikulnya
Bagaimanakah engkau bisa
seperti itu?
Bagaimanakah engkau melewati
jalan terjal yang melebihi apapun hingga tak mampu aku bayangkan
Ajarkanlah kepadaku ilmu
tentang itu, Bapak
Tentang kesabaran yang
tiada batas
Tentang keikhlasan
Tentang makna kehidupan
Dan tentang apapun itu
Sekali lagi maafkanlah
putramu ini
Jika ternyata hanya bisa
berkeluh kesah dihadapmu
Yogyakarta, 16 November 2013
# jika ada benarnya, maka itu hanya dari Allah. dan jika salah, maka itu murni kesalahan saya sebagai seorang hamba kecil Tuhan YME.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar